• SMP Ahmad Dahlan Boarding School
  • 082244631808
  • smpahmaddahlan.adbs@gmail.com

BERITA

  • SMP Ahmad Dahlan Boarding School Menapaki Jejak Kota Pelajar

    SMP Ahmad Dahlan Boarding School Menapaki Jejak Kota Pelajar

    Pada hari Rabu, 17 Juli 2017, SMP Ahmad Dahlan Boarding School (ADBS) kembali melakukan kunjungan industri. Kunjungan industri rutin ADBS kali ini dilaksanakan di Kota Pelajar, Yogyakarta. Yaa...Yogyakarta, siapa sih yang tak kenal dengan Kota Yogyakarta? Kota yang terkenal dengan segala destinasi budaya khasnya ini akan dikupas tuntas oleh ADBS. Perjalanan dimulai pukul 06.30 WIB dengan diiringi senyum ceria dan antusias para santri beserta Bapak Ibu Guru.  Perjalanan yang lumayan jauh dinikmati dengan bahagia oleh para santri. Tak sabar rasanya untuk menyerap segala ilmu pengetahuan yang ada di Kota Pelajar.

                Pertama kalinya, ADBS menginjakkan kaki di salah satu studio televisi swasta terkenal yang ada di kota ini, di mana lagi kalau bukan Studio JOGJA TV. Sesampainya di studio, ADBS mendapatkan sambutan yang hangat oleh pihak JOGJA TV. Rombongan dipersilakan untuk memasuki ruang siaran yang biasanya digunakan untuk siaran berita. Rombongan ADBS dijelaskan secara rinci mengenai segala pernak-pernik program acara yang ditampilkan, sejarah berdirinya JOGJA TV, hingga lika-liku perjalanan JOGJA TV dalam menghadapi persaingan ketat dengan stasiun TV nasional lainnya agar tidak tergeser dan tutup buku. Banyak sekali pengetahuan yang didapatkan oleh para santri mengenai dunia pertelevisian. Selanjutnya, ADBS berkesempatan untuk diajak siaran live pada salah satu program acara. Mr. Anugroho selaku kepala sekolah ADBS dan salah satu santri, Ananda Habib Abdurrahman berkesempatan menjadi bintang tamu dalam acara tersebut. Ketika siaran berlangsung, mas dan mbak presenter mengupas tuntas mengenai ADBS secara detail sebagai sekolahan sekaligus pondok pesantren modern yang pantas diandalkan. Mengingat persaingan yang begitu ketat di dunia pendidikan, sehingga orang tua/wali siswa harus aktif selektif dalam memilihkan sekolah yang tidak hanya unggul ilmu pengetahuan umumnya saja, tetapi juga unggul pengetahuan agamanya. Nhah, ADBS-lah jawabannya.

                Perjalanan berikutnya dilanjutkan ke Taman Pintar. Taman yang memiliki segudang pengetahuan terutama di bidang sains ini sangat tepat untuk para santri. Sesampainya di Taman Pintar, para santri langsung menyusuri tiap lekuk gedung yang berisi percobaan-percobaan ilmiah serta informasi-informasi sains dan sejarah. Para santri tak hanya bisa melihat-lihat, tetapi juga melakukan percobaan yang disajikan. Dengan demikian, santri tidak hanya melulu mendapat teori saat di sekolah, tetapi juga pengetahuan yang luas serta praktek yang nyata.

                Tak terlalu jauh dari Taman Pintar, rombongan ADBS melanjutkan perjalanan ke Langgar KH. Ahmad Dahlan. Tentunya sebagai warga Muhammadiyah, tak ada yang tak mengenalnya. Beliau adalah pendiri Muhammadiyah. Langgar yang ADBS kunjungi adalah salah satu bukti dan saksi perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam menyiarkan agama Islam, mendirikan, dan memperjuangkan Muhammadiyah. Langgar KH. Ahmad Dahlan terletak di dalam perkampungan warga. Pada bagian sisi belakang langgar, terdapat rumah KH. Ahmad Dahlan yang masih berdiri kokoh dan sekarang ditempati oleh cicit beliau. Langgar tersebut bisa dijangkau dengan menaiki beberapa anak tangga. Para santri memasuki langgar dengan penuh rasa antusias. Memang, sekilas nampak tak ada yang istimewa dari langgar itu. Akan tetapi, kita akan bisa merasakan aura yang religius dan penuh sejarah ketika berada di dalamnya.

                Senja mulai nampak, sehingga dengan terpaksa rombongan ADBS harus meninggalkan langgar dan kembali menyusuri gang perkampungan untuk kembali menuju ke bus. Di tengah perjalanan dengan berjalan kaki, ternyata kami melewati Masjid Agung Yogyakarta yang berada di Alun-alun. Kami berhenti sejenak di masjid sembari melepas lelah dan menikmati interior masjid yang begitu klasik dengan aura religius yang sangat kental nuansa arsitektur Keraton Yogyakarta. Setelah beberapa saat, rombongan ADBS menapaki alun-alun hingga tiba di parkiran Taman Pintar. Perjalanan klasik tentang Yogyakarta telah usai, para santri kembali pulang dengan rasa lelah yang terbayar tunai oleh pengetahuan luas tiap lekuk Kota Yogyakarta.

     

    Oleh Sasmita Candrawati (Ustadzah)

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks